“Pariwisata tidak boleh terjebak pada kondisi saat ini, melainkan harus terus beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi, media sosial, serta berbagai platform digital, sambil tetap mengedepankan keunikan lokal seperti wisata sains, pertanian, balai-balai penelitian, dan museum yang hanya ada di Kota Bogor,” tegasnya.
Hery juga menyoroti berbagai tantangan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi tersebut melalui kolaborasi dan penyusunan roadmap pariwisata yang terintegrasi.
“Kita tentunya perlu bersinergi, berdiskusi, dan mengenali masalah yang ada. Dengan perencanaan induk yang matang, kita bisa menyusun strategi-strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan pariwisata di masa depan,” ujarnya.








