“Peningkatan kasus pada remaja menjadi fokus bagi kami. Oleh karena itu, kami menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan, termasuk melalui talkshow yang diikuti oleh siswa dari 60 SLTA se-Kota Bogor seperti hari ini,” ucap Retno.
Retno menambahkan, bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif dan terus-menerus untuk memastikan generasi muda Kota Bogor memiliki pemahaman yang baik tentang HIV/AIDS serta mampu mengambil langkah preventif untuk melindungi diri mereka.
Kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap isu HIV/AIDS.
Dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, KPAK, masyarakat, dan komunitas pegiat HIV/AIDS, Kota Bogor optimis dapat mewujudkan target zero new cases serta Ending AIDS pada tahun 2030. (*)








