Selanjutnya Delegasi juga melakukan pertemuan dengan Dr.Agung Laksono Mantan Ketua DPR RI yang juga merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang turut didampingi oleh Anggota DPR RI, Dave Fikarno Laksono yang menjamu delegasi UPF sebagai bentuk penghargaan untuk kunjungan ini.
Adapun salah satu materi yang dibahas adalah “Konferensi Ketua Parlemen Uni Asia Pasifik” yang akan diselenggarakan di Korea selama KTT Dunia 2025. Delegasi berharap Mantan Ketua DPR Agung Laksono untuk mengoordinasikan delegasi tingkat tinggi dari DPR Indonesia dan menyerahkan undangan termasuk kepada Ketua DPR RI saat ini Dr. Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi.
Dalam kunjungannya Delegasi UPF mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta dan menyusuri terowongan bawah tanah “Terowongan Silaturahmi, atau Terowongon Persahabatan” menuju Katedral Jakarta. “Saya sangat terkesan dengan simbol kerukunan antar umat beragama yang penting di Indonesia ini, dan simbol ini sangat penting bagi perdamaian dan toleransi,” kata Ketua UPF, Dr. Chang Shik Yang usai mengunjungi
Masjid dan Katedral.
Sebelumnya UPF Indonesia menyelenggarakan program interaksi dengan delegasi internasional ini di Borobudur Conference Center pada tanggal 11 Januari. Dalam sambutannya kepada para peserta, Dr. Yang berbagi pengalamannya dalam mempromosikan perdamaian antar-agama di seluruh dunia. Dia juga menyerukan perdamaian di Timur Tengah melalui dialog.
Dr. Yang, juga teringat dan mengenang mendiang mantan Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid “Gus Dur” sebagai pemimpin perdamaian dan menghargai karyanya dengan para Pendiri UPF, Dr. Sun Myung Moon dan Dr. Mrs. Hak Ja Han Moon dalam mempromosikan dialog antar-agama di Timur Tengah.
Sementara itu Ketua Asia Pasifik, Hon. Ek Nath Dhakal menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan organisasi berbasis agama untuk membangun perdamaian abadi. Dhakal juga memperkenalkan “Piagam Perdamaian Universal” yang baru-baru ini disetujui di Kamboja sebagai instrumen multilateral untuk perdamaian. Ujar Ek Nath Dhakal yang juga mantan Anggota Parlemen Nepal.








