Musrenbang, lanjut Hanafi, menjadi prosedur yang harus dijalani untuk merencanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga provinsi, dan kemudian ke tingkat daerah.
Namun, karena adanya keterbatasan, usulan tersebut diformulasikan menjadi prioritas utama, sedangkan usulan lainnya akan direalisasikan secara berjenjang atau melalui skema lain.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Camat Bogor Tengah, Teofilo Patrocinio Freitas. Ia menyampaikan bahwa selama tahun 2024, Kecamatan Bogor Tengah telah mencapai target progresif dalam pembangunan, seperti program ‘Bogor Sehat’ dan ‘Bogor Cerdas’.
Pada Musrenbang 2025 ini, Kecamatan Bogor Tengah mengusulkan 80 persen program pembangunan fisik.








