“Pusat Informasi Konseling Remaja dan Duta Genre merupakan wadah percontohan bagi anak muda lainnya. Sehingga remaja mampu menjawab tantangan bonus demografi yang saat ini tengah berlangsung sampai tahun 2045 mendatang, dengan kualitas diri terbaik,” papar Isyana.

Isyana menjelaskan hasil studi tentang perkembangan otak bagian Prefrontal Cortex pada remaja yang belum sempurna menyebabkan remaja yang masih dalam tahapan pencarian jati diri, seringkali berperilaku labil, senang mencoba hal baru, serta mudah mengambil resiko. Selain itu pada tahapan remaja, proses komunikasi teman sebaya cenderung lebih efektif dibandingkan komunikasi orangtua dengan remaja. Untuk itu PIK R dan GenRe diharapkan dapat menjadi tempat yang mampu merangkul rekan sebayanya agar mampu beraktualisasi, bertukar pikiran dan berprestasi.








