“Kami ingin menciptakan inovasi yang tidak hanya dimiliki oleh Pemkot, tetapi juga oleh semua pihak. Oleh karena itu, kompetisi ini terbuka bagi siswa SMP dan SMA, perguruan tinggi, komunitas masyarakat, lembaga penelitian, hingga ASN. Harapannya, inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” jelas Rudy.
Antusiasme terhadap BIA terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya jumlah peserta hanya mencapai 50 orang, dalam tiga tahun terakhir jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 200 peserta.
Tahun ini, Pemkot Bogor menargetkan partisipasi yang lebih luas, termasuk dari wilayah sekitar Bogor, terutama di Jawa Barat.
Selain itu, inovasi yang dihasilkan dari BIA 2025 tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi. Bapperida telah bekerja sama dengan Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB untuk menginkubasi dan mengembangkan inovasi terbaik.
Sepuluh inovasi terbaik dari kategori pelajar akan mendapatkan pendampingan khusus agar terus berkembang. (*)








