Sehingga, Dadang meminta pihak Kelurahan Empang dan BPBD Kota Bogor segera membuat surat permohonan bantuan BSTT untuk perbaikan rumah dan TPT di lokasi tersebut.
Selain itu Dadang juga meminta BPBD Kota Bogor dan Disperumkim Kota Bogor bisa segera membereskan material longsor yang menutup badan jalan setapak. Sebab selama ini jalan tersebut menjadi akses masuk ke kampung Parung Jambu terutama kendaraan bermotor.
“Jadi tindaklanjut penanganan pasca bencana ini harus cepat dan efisien. Maka dari itu saya minta seluruh aparat bergerak dan menyiapkan administrasi agar BSTT bisa segera digunakan,” jelas Dadang.
Selain bencana longsor tersebut, Dadang juga mendapat laporan bahwa jembatan yang menghubungkan Kampung Parung Jambu dan Rangga Mekar, kondisinya sudah mengkhawatirkan yang disebabkan oleh kondisi pondasi jembatan yang mulai retak akibar tergerus air sungai.
“Warga menyampaikan aspirasinya agar pondasi jembatan bisa segera diperbaiki supaya tidak putus jembatannya terbawa banjir, karena jembatan tersebt merupakan akses vital untuk lalu lintas warga di sana,” ungkap Dadang.
Dalam kondisi cuaca ekstrem dan banyaknya bencana yang terjadi, Dadang mengimbau agar warga yang tinggal dibantaran sungai dan di tebingan agar tetap waspada.
“Saya sarankan untuk warga yang tinggal di tebingan khususnya atau di pinggir sungai, apalagi kalau pondasi tebingannya sudah terlihat retak retak, lebih baik mengungsi dahulu saat hujan lebat turun, hal ini untuk menghindari hal hal yg tdk diinginkan,” tutup Dadang. (*)








