Menurut Dedie Rachim, ada perjalanan jauh yang membuat seseorang memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia.
Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus berbuat apa.
“Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Kali ini luasnya dunia memberi kita satu hal lagi, bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus berupaya menghadirkan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengajak semua warga untuk bersama mewujudkan kota yang harmonis dan maju. (*)








