Selain itu, Dedie A. Rachim mengingatkan agar para petugas menjaga integritas dan pintar beradaptasi dengan suasana kerja yang penuh tantangan dan dinamika.
“Integritas adalah hal utama. Belajar setiap hari, karena ujiannya bisa datang tiba-tiba. Sebagai ASN, tentu kalian terikat dengan aturan hukum dan disiplin kepegawaian. Semoga kalian bisa mengayomi dan membina, karena kalian adalah orang-orang terpilih,” tegasnya.
Selanjutnya, Dedie A. Rachim meminta BKPSDM Kota Bogor untuk melakukan pemetaan dan perencanaan kepegawaian dalam bentuk grand design guna mendukung pola pembinaan dan perekrutan sumber daya manusia.
“Proses ini harus memiliki grand design. Persiapkan sistem rekrutmen agar kebutuhan pegawai di Pemkot Bogor terpenuhi dengan baik. Petakan kebutuhan kepegawaian dari sekolah-sekolah kedinasan yang ada, agar pola pembinaan dan perekrutan berjalan lancar,” tuturnya.
Untuk diketahui, Mereka berempat merupakan lulusan Pola Pembibitan STTD yang dihasilkan melalui mekanisme kerja sama antara STTD dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.








