Pada saat bersamaan, kedua belah pihak bisa bersama-sama menyiapkan tenaga lapangan dan forum anak untuk menjadi kontributor konten. Najip menyebutnya media ranger workshop. Bentuknya berupa workshop optimalisasi peran tenaga lapangan terdepan keluarga berencana (Teladan KB), motivator ketahanan keluarga (Motekar), dan Forum Anak Daerah (FAD) sebagai kontributor portal resmi DP3AKB Jabar.
“Kami juga melihat banyak praktik baik dalam pengelolaan program yang layak untuk didokumentasikan dalam bentuk buku atau setidaknya liputan khusus. Sebut saja misalnya best practices P2WKSS, Puspaga Balarea, wisudawan Sekoper Cinta, anak-anak Jawa Barat inspiratif, dan lain-lain. Dengan demikian, praktik-praktik baik atau para champions ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya,” Najip mencontohkan.
Baik Najip maupun Siska juga sepakat untuk menggelar semacam penganugerahan penghargaan, baik diberikan kepada insan jurnalis, institusi media, atau pemerintah daerah yang dianggap layak menjadi rujukan dalam upaya mewujudkan ketahanan keluarga. Jika bagi jurnalis dan media menitikberatkan pada karya, maka bagi pemerintah daerah lebih fokus pada kebijakan.
“Saya sepakat kita perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang dianggap terbaik atau menginspirasi. Penganugerahan bisa kita laksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember mendatang,” pungkas Siska. (N)








