“Penanggulangan fenomena HIV/AIDS ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi hal ini. Oleh karena itu, perlu pendekatan profesional yang lebih intensif agar masyarakat lebih sadar akan bahayanya HIV/AIDS dan memiliki kontrol pribadi,” ujar Hanafi.
Menurut data Sistem Informasi HIV-AIDS dan IMS (SIHA) tahun 2023, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia.
Kota Bogor sendiri menempati peringkat kedua di Jawa Barat dengan jumlah kasus yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2021, tercatat 333 kasus baru, meningkat menjadi 408 kasus di tahun 2022, dan kembali bertambah menjadi 443 kasus pada tahun 2023.








