Dengan demikian, warga Kota Bogor yang putus sekolah karena faktor ekonomi, perundungan (bullying), anak berkebutuhan khusus, atau faktor lainnya bisa kembali melanjutkan pendidikannya tanpa dipungut biaya sepeser pun sehingga dapat belajar bersama.
“Dan sekolah ini tidak hanya fokus pada akademis, tetapi juga mental, akhlak, keterampilan, dan karakter. Anak-anak di sini bisa membina diri karena keterbatasan bukanlah halangan untuk maju,” ujarnya.
Yantie Rachim melanjutkan, bahwa keterbatasan harus menjadi batu loncatan untuk berkembang dan menjadi lebih baik melalui ilmu pengetahuan.
“Saya bersama Pemkot berkomitmen membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya di Kota Bogor. Insyaallah, kita berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan wawasan yang bisa diaplikasikan dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.








