Dedie Rachim mengatakan, saat ini ada 120.000 siswa di Kota Bogor yang harus dilayani oleh program MBG. Karena itu, dibutuhkan sekitar 82 titik dapur yang mampu melayani, dengan kapasitas satu dapur dapat melayani 2.000 hingga 3.000 pelajar.
“Sehingga kita melihat dapur ini dalam rangka mengajak pimpinan perangkat daerah termasuk para camat, untuk bisa mulai memetakan dikaitkan dengan Dapodik. Kalaupun kita bikin dapur, kemudian berapa jumlah yang terlayani, bagaimana model prosesnya kita sekarang sedang belajar,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, saat ini sudah ada empat SPPG di Kota Bogor. Ditargetkan akan bertambah dua dapur lagi yang diperkirakan mulai digunakan pada Agustus mendatang.








