Rekor MURI Pelayanan Vasektomi Terbanyak Pecah di Majalengka

Vasektomi

Yang membuatnya istimewa, sambung Wihaji, karena pemecahan rekor MURI tersebut bertepatan dengan momentum Hari Kartini. Pemecahan rekor menjadi bagian dari semangat kebersamaan suami dan istri dalam mendukung upaya pengendalian penduduk melalui keluarga berencana (KB).

“Ini menjadi penghormatan terhadap peringatan Hari Kartini. Dengan menjadi akseptor vasektomi, alhamdulillah para suami bisa turut merasakan suasana kebatinan dengan para istri. Ini bagian dari semangat kebersamaan antara suami dan istri,” tutur Wihaji.

Wihaji menegaskan bahwa upaya pengendalian penduduk bukan semata menjadi tanggung jawab kaum perempuan. Dalam situasi tertentu, seorang perempuan tidak bisa menjadi akseptor KB. Alasannya beragam, termasuk faktor kesehatan yang tidak memungkinkan seorang perempuan mengonsumsi atau dipasang alat dan obat kontrasepsi.

Baca Juga  Presiden Dorong Peningkatan Pelaku UMKM dalam Ekosistem Digital

Karena itu, ungkap Wihaji, pria bisa mengambil peran sebagai akseptor, baik melalui vasektomi maupun penggunaan kondom. Pemerintah turut berupakan malakukan percepatan melalui pelayanan serentak pada momentum-momentum tertentu maupun pelayanan reguler di fasilitas kesehatan.

Pos terkait