Masalah lainnya, kata Jenal Mutaqin, adalah banyaknya angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Sambil menunggu rekayasa lalu lintas yang akan mengalihkan rute angkot agar tidak melintasi Jalan Kapten Muslihat, alur penumpang harus diatur kembali. Termasuk warga yang menyeberang jalan tidak pada tempatnya.
“Solusi terbaiknya adalah penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-Alun yang tidak bisa dilakukan secara parsial. Penataan ini harus terintegrasi dan melibatkan kerja sama dengan PT KAI. Penataan di kawasan stasiun dan alun-alun harus dipikirkan bersama,” jelasnya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), yang kondisi saat ini dinilai tidak representatif. JPO tersebut kumuh, atapnya berlubang, rawan pencopetan, serta dipenuhi sampah akibat pedagang yang berjualan di sekitarnya.








