Selain itu, usulan berikutnya adalah tentang pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) baru di Kota Bogor. Pemkot Bogor sudah memiliki lahan eksisting di tiga kecamatan, yakni Bogor Selatan, Tanah Sareal, dan Bogor Timur.
“Saya minta Dinas Pendidikan Kota Bogor segera berkomunikasi lagi dengan DPRD dan Pemprov Jabar,” ucapnya.
Selanjutnya, penataan di seputaran Istana Bogor juga tidak luput menjadi perhatian, di mana Kota Bogor menjadi tempat penerimaan tamu negara atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ada pula masalah sampah di Galuga. Dinas Lingkungan Hidup mendapatkan teguran dari kementerian terkait pengelolaan sampah di Galuga yang tidak sesuai dengan regulasi. Kami meminta supervisi dari Pemprov Jabar. Bahkan Pemkab Bogor berencana menutup Galuga jika tidak ada supervisi tersebut,” ungkap Jenal Mutaqin.
Sementara itu, investasi pengelolaan sampah memang cukup tinggi. Jenal Mutaqin juga meminta Pemprov untuk turut berkonsentrasi terhadap isu lingkungan di Galuga. Sehingga dibutuhkan pengelolaan bersama, tidak hanya oleh Kota dan Kabupaten Bogor.








