Ia menjelaskan bahwa berkat laporan dari Ogata, ternyata banyak warga Kota Bogor yang memiliki keresahan yang sama. Oleh karena itu, Pemkot Bogor mengambil langkah tegas terhadap para pengamen untuk tidak mengamen di angkutan umum.
“Laporan Ogata-san ini menjadi dasar kami melarang pengamen bermain di angkot, karena ternyata banyak warga juga mengalami hal yang sama tapi tidak bersuara,” ucapnya.
Tak hanya menyambut Ogata di stasiun, Dedie juga mengajak turis asal Jepang tersebut berkeliling Alun-Alun Kota Bogor dan mencoba kembali menaiki angkot sebagai simbol bahwa perubahan nyata telah dilakukan.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa kami telah lakukan perbaikan. Para pengamen kini tidak lagi main di angkot, tetapi disediakan tempat khusus di taman dan restoran. Mereka sekarang bukan lagi pengamen, tapi seniman jalanan yang dihargai,” terang Dedie Rachim.
Ogata sendiri menyambut positif perubahan yang terjadi di Kota Bogor. Ia mengaku terkesan dengan suasana baru yang lebih tertib dan aman.








