Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan bahwa Tuberkulosis masih menjadi penyakit prioritas, baik di tingkat global, nasional, maupun daerah.
“Sehingga sangat urgent diperlukan program-program percepatan, karena dengan Gercep Habis ini kita bisa memastikan pasien berobat ke faskes dan juga meminum obat,” kata Retno.
Gercep Habis bersifat kolaboratif, karena penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan jejaring dan membentuk family care.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Bogor, Bai Kusnadi, mengatakan permasalahan Tuberkulosis ini penting dan sangat urgent untuk dibuat terobosan percepatan penanganan.








