Wamendukbangga Isyana Pastikan 18 Ribu Penyuluh KB Jadi Garda Terdepan Kawal Program Prioritas Pemerintah

Wamendukbangga

_*On the Right Track*_

Disinggung terkait capaian kinerja program prioritas yang menjadi mandat Kemendukbangga, Isyana memastikan bahwa kementeriannya sudah melaksanakan seluruh mandat yang diberikan Istana. Dia mencontohkan, penurunan prevalensi _stunting_ yang menjadi tugas BKKBN sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Merujuk hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, saat ini prevalensi _stunting_ Indonesia berada pada angka 19,8 persen.

“Angka 19,8 persen ini berarti untuk kali pertama prevalensi _stunting_ Indonesia di bawah 20 persen. Ini salah satu bukti hasil kerja keras Kemendukbangga/BKKBN, termasuk di dalamnya para penyuluh KB, dalam menjalankan tugas prioritas dari Presiden. Kami optimistis prevalensi _stunting_ akan terus menurun sejalan dengan kebijakan baru Bapak Presiden tentang MBG,” jelas Isyana.

Baca Juga  Bima Arya Tinjau Operasional Pasar Tradisional Non-Sembako hingga Warung Makan

MBG, sambung Isyana, tidak hanya menyasar anak sekolah. Presiden sudah memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemendukbangga untuk turut menyediakan kuota MBG yang diperuntukkan bagi ibu hamil ibu menyusui, dan anak-anak di bawah lima tahun (Balita) nonpendidikan anak usia dini (Non-PAUD). Sejalan dengan itu, BGN dan Kemendukbangga sudah menandatangani kesepahaman untuk menyalurkan MBG kuota khusus tadi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD oleh para petugas lini lapangan Kemendukbangga/BKKBN.

“Salah satu yang menjadi tugas utama dari para penyuluh KB, kader-kader KB, tim pendamping keluarga (TPK) adalah bagaimana memastikan program MBG ini dapat berjalan dengan sukses. Karena, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, khususnya di bawah usia dua tahun (Baduta), menjadi sangat penting dan krusial untuk program pencegahan _stunting_,” jelas Isyana.

Baca Juga  Provinsi Jawa Barat Juara Satu Pelayanan KB Pasca Persalinan

Isyana menjelaskan, pencegahan _stunting_ memiliki periode paling krusial pada 1000 hari pertama kehidupan. Hitungan 1000 hari pertama kehidupan terjadi pada sejak bayi berada dalam kandungan.

“Dan, ini menjadi sangat penting untuk pencegahan _stunting_ karena jika sudah lewat dari periode 1000 hari pertama masa kehidupan akan lebih sulit untuk melakukan pencegahan. MGB adalah bukti bagaimana negara hadir agar untuk bisa nantinya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Jika kita melakukannya sejak sekarang, maka nantinya generasi emas 2045 tidak akan tercapai,” ujar Isyana.

Pos terkait