Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bogor, Yantie Rachim, menyebutkan pembentukan Tim Pembina Posyandu dimaksudkan untuk memfasilitasi transformasi posyandu menjadi pusat pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien, serta mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Yantie Rachim mengajak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi bagi masyarakat, utamanya anak-anak dan ibu hamil.
“Di era digitalisasi, Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) harus memaksimalkan teknologi digital dalam memberikan pelayanan, sehingga program-program posyandu tepat sasaran. Di samping itu, hal ini juga meningkatkan efisiensi, kapasitas, dan kompetensi para kader posyandu terkait pelayanan kesehatan gizi anak-anak maupun ibu hamil,” jelas Yantie Rachim.
Ia berharap posyandu juga harus mampu berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama dengan unsur pentahelix.








