Dedie Rachim Tinjau Kesiapan Akses untuk Pejalan Kaki di JPO Peledang

JPO

“Dari diskusi awal akan dibuka pintu yang akan menuju Mayor Oking, selanjutnya kami akan informasi lebih lanjut kepada pimpinan Daop 1,” ujarnya.

Terkait pemanfaatan skybridge bagi penyeberang jalan maupun untuk mengakomodir penumpang menuju Stasiun Bogor, pihaknya akan menyampaikan lebih lanjut kepada pimpinan KCI dan KAI.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menyampaikan terkait kajian teknis fasilitas penyeberangan simpang Paledang Bogor.

Menurut laporan, hasil pengujian struktur beton JPO Paledang yang dilakukan oleh Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Dirjen Bina Marga, Kemen PU, bahwa JPO Paledang masuk dalam kategori NK 3 (rusak berat).

Kajian aspek keselamatan, kemacetan, dan aksesibilitas menunjukkan bahwa kapasitas Jalan Kapten Muslihat saat ini terbatas, dengan lebar hanya 8 meter. Jalan ini memiliki jalur terpisah dengan median fisik yang berfungsi sebagai tempat singgah sementara bagi pejalan kaki. Oleh karena itu, rekomendasi teknis penyeberangan jalan adalah menggunakan zebra cross.

Baca Juga  Soal Kepala Otorita IKN, Presiden Jokowi: Non-Partai

Untuk Level of Service (LOS F), kepadatan lalu lintas cenderung kecepatan rendah, V/C ratio tinggi (0,80 peak hour dan 0,58 pada off peak), kecepatan berkendara rata-rata <30km/jam, sehingga tidak bahaya bagi penyeberang.

Waktu penghentian pejalan kaki menyeberang +/-5,71 detik, sehingga akan ada 3-4 kendaraan tertahan.

“Kajian pertimbangan keselamatan, kemacetan, dan aksesibilitas dapat diberikan, bagi penyeberangan dengan zebra cross untuk efisiensi akses pergerakan pejalan kaki yang ramah bagi pejalan kaki,” ucapnya.

Zebra cross akan mulai dibuat hari ini, sehingga bisa langsung digunakan untuk masyarakat.

Pos terkait