“Ke depan, sisanya akan kita prioritaskan. Mulai dari penyusunan DED, pembebasan lahan, pematangan lahan, sampai nantinya tahapan cut and fill untuk mewujudkan jalan alternatif yang bisa membantu mengurai kemacetan di Kota Bogor,” katanya.
Dedie Rachim menegaskan, keberadaan BIRR akan sangat penting bagi masa depan Kota Bogor. Jalan lingkar ini bukan hanya menjadi solusi mengurai kemacetan, tetapi juga membuka akses baru bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Bogor Selatan.
Tinggal bagaimana ke depannya, Pemkot Bogor harus bisa mengelola anggaran yang terbatas dengan tepat, mencari dukungan dari pusat, dan menagih janji para pengembang agar target ini bisa direalisasikan secara bertahap.








