Pada kesempatan tersebut juga Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menuturkan bahwa ada sebuah tendensi dalam setiap upaya pelestarian, yakni manusia sering kali tanpa disadari lebih fokus pada yang “tangible”, seperti bangunan, struktur, zona, dan kawasan, sehingga, perlahan-lahan lupa pada yang “intangible”, seperti nilai-nilai, ingatan kolektif, praktik hidup, dan makna yang membentuk jiwa dari tempat itu sendiri. (*)
Kota Bogor Dirancang Sebagai Kota Hijau Sejak Awal Berdiri








