“Tahap pertama adalah seleksi usia produktif, kedua secara mindset kita bekerja sama dengan DP3A dan LP3 itu memberikan saran psikolog untuk memberikan pemahaman miskin itu tidak bagus dan dia harus keluar dari zona miskin, kemudian coaching clinic kewirausahaan yang akan memberikan pembekalan terkait pengelola keuangan pengelola keterampilan, setelah itu masuk ke keterampilan, setelah itu diaplikasikan keterampilan apa yang cocok melalui pemberian bantuan sosial.
Ini juga sebagai upaya dari Pemkot Bogor untuk menindaklanjuti rencana kebijakan pusat yang akan memfokuskan bantuan sosial pada pemberdayaan masyarakat.
Untuk tata kelola pendistribusian bantuan sosial kebencanaan, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Setda Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal, mengatakan fitur baru dalam pengembangan Aplikasi Solid Dinsos ini akan mempercepat penyaluran yang bisa disalurkan seketika saat terjadi bencana, sehingga tidak ada gap atau proses yang memakan waktu.
“Dengan inovasi ini, laporan kebencanaan, dokumentasi, dan data yang dibutuhkan dalam bantuan sosial untuk korban bencana itu dilakukan di dalam satu waktu bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga ini lebih akuntabel, transparan, tepat sasaran cepat dan efisien,” ungkapnya.
Selain itu, Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir juga menginisiasi aksi perubahan untuk Bogor Sehat dalam bidang penanganan, pencegahan, sosialisasi.








