“Tinggal sedikit lagi, tidak terlalu banyak, nanti akan ada penyelesaian di interior, kemudian penyelarasan di eksterior, kemudian menara untuk landscapenya di lahan Bumi Ageung Batutulis,” ujar Dedie Rachim.
Untuk menjaga Bumi Ageung tetap terpelihara dan hidup dengan berbagai aktivitas kegiatan, Dedie Rachim meminta beberapa jajaran Disparbud untuk melakukan aktivitas perkantoran di lingkungan tersebut.
“Ini aset yang luar biasa, yang sudah diperjuangkan, lokasinya sangat strategis punya nilai sejarah yang tinggi, bersebelahan dengan Prasasti Batutulis, di depan ada Istana Batutulis, ini tidak ada duanya, luar biasa,” ujarnya.








