Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menjelaskan bahwa seluruh instalasi pengolahan air (WTP) di Kota Bogor sebenarnya sudah mampu menghasilkan air layak minum. Namun, kendala utama ada pada jaringan pipa lama yang masih mengandung bahan kimia tertentu.
“Di semua WTP kita, airnya sudah siap minum. Tapi masalahnya, pipa distribusi lama masih menggunakan bahan yang tidak direkomendasikan untuk air siap minum. Karena itu, kami mulai rehabilitasi dengan pipa HDPE yang lebih aman,” kata Rino.
Ia menegaskan, ZAMP akan diterapkan bertahap sesuai kesiapan infrastruktur. Dimulai dari Mulyaharja yang sudah siap, lalu selanjutnya akan dilanjutkan ke Tajur melalui tahapan invetarisasi terlebih dahulu.
“Mudah-mudahan ini mendukung visi Pak Wali, menjadikan Bogor lebih sehat dan memberi yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Rino. (*)








