Di antaranya ada pembangunan Bogor Interchange yang didesain menyerupai daun semanggi empat menjadi salah satu prioritas. Proyek ini diharapkan dapat mengurai penumpukan kendaraan di pintu masuk kota.
Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan Transit Oriented Development (TOD) Baranangsiang dan TOD Bubulak sebagai pusat transit dan penyangga kawasan Dramaga.
“Kita punya IPB yang sudah menjadi world class university, masa jalannya masih dipenuhi angkot? Harus kita perbaiki. TOD Bubulak nantinya bisa jadi hub dengan fasilitas hotel dan layanan transportasi terpadu,” jelas Dedie Rachim.
Kemudian, ia juga menjelaskan perencanaan Bogor Inner Ring Road (BIRR) yang direncanakan akan menjadi sepanjang 11,4 km dan saat ini Pemkot Bogor telah memiliki 7 km.
“BIRR sepanjang 11,4 km, kita sudah punya 7 km. Ini akan menyambung dari Wangun, Sindangsari, Rancamaya, hingga Mulyaharja. Lalu Kehadiran double track akan mendongkrak ekonomi Bogor Selatan,” katanya.
Dedie juga menambahkan rencana pengembangan transportasi Biskita dengan dua koridor tambahan bersubsidi dan dua non-subsidi, serta rencana pembangunan Tram Pakuan dengan 17 halte sebagai penghubung sistem transportasi perkotaan ketika LRT masuk ke Bogor.








