M. Ihsan Subada, mewakili IMM Bogor Raya dalam kesempatan tersebut mempertanyakan pengelolaan sampah di Kota Bogor. ‘Banyak keluhan masyarakat terkait sampah. Truk pengangkut sampah saat melintas di jalan umum, aromanya menyebar tidak sedap”, katanya.
“Sampah perlu dikelola agar bisa berguna untuk masyarakat. Misalnya diolah jadi paving block yang berguna untuk pembangunan infrastruktur di Kota Bogor”, tambah Ihsan.
Adityawarman mengungkapkan, produksi sampah Kota Bogor sebanyak 600 ton per hari. Sampah tersebut diangkut ke TPA Galuga yang luasnya sekitar 39ha. “Sudah ada perencanaan untuk mengubah sampah jadi listrik sehingga lebih ramah lingkungan”, tuturnya.








