Ia menjelaskan bahwa di Kota Bogor telah ada 26 dapur yang beroperasi dan direncakan dalam tiga bulan ke depan akan bertambah menjadi 32 serta direncanakan akan ada 82 dapur menjelang akhir tahun 2027.
Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin, turut menyampaikan bahwa petani memiliki peran besar dalam menopang kehidupan bangsa dan negara serta menjadi teladan bagi generasi muda.
“Petani sebenarnya adalah founding father yang berperan utama bagi kehidupan bangsa dan negara. Seperti saya contohnya, dinafkahi oleh orang tua berprofesi petani. Saya dulu adalah seorang sekuriti lalu menjadi anggota dewan dan kini bisa menjadi Wakil Wali Kota,” katanya.
Jenal Mutaqin menekankan bahwa petani saat ini harus berani untuk eksplorasi, mencari inovasi, dan membuat langkah strategis dalam hal pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini bukan hanya sekadar lahan luas, tapi juga bisa di pekarangan dan halaman rumah, melalui urban farming, pun melalui taman kota.
“Taman-taman kota itu saya ingin konsep menjadikan pertanian yang menghasilkan tanaman yang bernilai ekonomi, bukan hanya tanaman hijau, tapi juga sukun, talas, dan tanaman lokal lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui dukungan alat dan bibit, termasuk bantuan dari DPR RI senilai Rp20 miliar per tahun. Meskipun lahan pertanian di Bogor tersisa sekitar 58 hektare, antusiasme dan semangat kelompok tani terus tumbuh.
“Kota Bogor bahkan memiliki jumlah kelompok tani terbanyak di Jawa Barat, padahal wilayahnya minimalis,” ucap Jenal Mutaqin.








