Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, memaparkan bahwa berdasarkan SK Wali Kota Bogor, sasaran rumah BABS sebanyak 35.884 unit.
Dari jumlah tersebut, sudah dilakukan intervensi sebanyak 17.037 rumah (47,48 persen), dengan bersumber dari anggaran DPUPR, RTLH, Sarpras Kelurahan, Pembangunan Mandiri, DAU, Bantuan Presiden, PDAM, BAZNAS, FKS, dan CSR.
“Dari sisa rumah yang masih BABS di 60 kelurahan ini, tentunya harus memperhatikan status ekonomi, di mana masih terdapat 84,86 persen dengan status ekonomi tidak mampu dan 15,14 persen dengan status ekonomi mampu,” kata Retno. (*)








