“Mudah-mudahan ini terus berjalan maksimal. Saya juga mengingatkan kepada para petani yang sudah menerima bantuan agar menjaga, merawat, dan mengembangkan usaha pertaniannya,” jelasnya.
Pengembangan usaha pertanian itu, kata Jenal Mutaqin, salah satunya bisa dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana para petani dapat memasok bahan makanan untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Dody Akhdiat, memaparkan bahwa pada tahun 2025 ini pihaknya memiliki sejumlah kelompok tani binaan.
Rinciannya, sebanyak 179 KWT dengan jumlah anggota 4.000 orang, 192 KTD dengan jumlah anggota 3.840 orang, dan 33 KTT dengan 660 anggota. (*)








