Selama enam tahun beroperasi, Nathabumi terus memperkuat komitmen untuk menjadi mitra strategis bagi industri, pemerintah, dan masyarakat dalam pengelolaan limbah di Indonesia. Berawal dari pemanfaatan biomassa, kini Nathabumi memperluas cakupan layanannya ke pengelolaan limbah industri serta menjadi pelopor dalam penerapan teknologi refuse-derived fuel (RDF) di Tanah Air. Hingga akhir 2024, SBI tercatat telah mengelola lebih dari 1,8 juta ton limbah dan RDF, yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar serta bahan baku alternatif dalam proses produksi semen. Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon perusahaan hingga 16,5 persen.
Saat ini, Nathabumi telah bekerja sama dengan 19 pemerintah daerah dalam pemanfaatan sampah kota menjadi RDF sebagai bahan bakar alternatif di fasilitas produksi semen. Sejak 2020, perusahaan telah mengolah lebih dari 140 ribu ton RDF, yang digunakan untuk menggantikan sebagian bahan bakar fosil—sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah perkotaan yang lebih ramah lingkungan.
Selain fokus pada inovasi industri, Nathabumi juga aktif mendorong keterlibatan masyarakat melalui berbagai program sosial dan edukatif. Beberapa inisiatifnya antara lain Aksi SESAMA (Sedekah Sampah Bersama) yang melibatkan karyawan dan jaringan bank sampah di sekitar wilayah operasional, Kelas Kita (Kelola Sampah di Sekitar Kita) sebagai edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar sekolah dasar, serta kolaborasi bersama Yayasan Gotbag Indonesia dalam pengelolaan sampah laut berkelanjutan.








