Wakil Walikota Bogor Membuka Rakor TPPS II

Bogor

“Para anggota dewan sangat berkenan dan bersedia menjadi bapak asuh stunting. Setiap dua minggu mereka mengunjungi balita dan anak-anak stunting untuk mengetahui hasil perkembangan dari asupan gizi yang diberikan,” ungkap Jenal Mutaqin.

Selain program yang sudah berjalan, rencananya akan dibuat satu aplikasi yang memberikan informasi secara jelas kepada para stakeholder mengenai kontribusi yang diberikan. Salah satunya, informasi perkembangan balita maupun anak-anak stunting, sehingga terbangun chemistry, muncul rasa memiliki, dan kebanggaan atas kontribusi yang diberikan.

Menurut Jenal Mutaqin, aplikasi ini penting karena menjadi panduan yang memberikan informasi serta gambaran yang jelas dan spesifik, sehingga kontribusi yang diberikan tidak sembarangan, melainkan sesuai kebutuhan anak-anak stunting.

Baca Juga  Wakil Walikota Bogor Hadiri Konsolidasi Regional Peningkatan Tata Kelola Program MBG di Sentul

Jenal Mutaqin berharap dapat memetakan lokus terbesar dan terkecil serta memprioritaskan kelurahan yang akan mendapatkan treatment pemberian gizi tambahan bagi anak-anaknya. Dam dalam dekar bersama tim dan perangkat daerah terkait akan mengunjungi kasus-kasus stunting di enam kecamatan.

“Ketika hasil rakor jelas, insyaaallah tiga kali rakor langsung kita tindaklanjuti dengan turun ke lapangan,” tegasnya.

Sekedar informasi, sebelum kegiatan Rakor TPPS Kota Bogor dimulai, kegiatan diawali dengan pelantikan pengurus Perkumpulan Pejuang Keluarga Berencana atau Juang Kencana (Juken) Kota Bogor – Balai Diklat KKB Bogor Periode 2025–2029.

Pos terkait