Dalam gebyar tersebut, terdapat 116 peserta dari sekolah dasar se-Bogor Raya. Hal ini, kata Jenal Mutaqin, membuktikan bahwa antusiasme para pelajar dalam mempelajari bahasa sangat tinggi.
“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tapi juga cermin kepribadian dan budaya bangsa. Dengan menjaga itu, berarti kalian juga menjaga martabat bangsa Indonesia,” ujarnya.
Gebyar Bulan Bahasa SMP Kesatuan juga diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan tradisional, seperti tarian jaipong, permainan tradisional, serta kegiatan berbasis seni dan bahasa.








