Yantie Rachim Komit Perkuat Pendampingan Remaja Agar Tidak Terseret Arus Informasi yang Salah

Yantie

“Anak-anak sekarang menerima informasi secara mentah, termasuk ucapan tidak baik di game yang akhirnya mereka bawa ke pergaulan. Itu yang membuat saya menarik akar permasalahannya dan memulainya dari pencegahan lewat Serbukatif, semuanya dimulai dari kata-kata,” jelasnya.

Selain itu, Yantie Rachim menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari peran lintas generasi. Melalui Bogor Geulis, ia ingin menjembatani perbedaan pola pikir antara generasi muda dan generasi pendahulu agar tumbuh ruang komunikasi yang lebih baik.

“Saya ingin anak-anak Kota Bogor memiliki karakter yang baik. Dari keprihatinan melihat generasi kini sering dicap tidak baik atau baperan, kami tarik akarnya dan merumuskan Bogor Geulis,” paparnya.

Baca Juga  Yantie Rachim Hadiri Charity Event Bertajuk "The Journey to Harmony"

Sementara itu, Direktur SPEAK Indonesia, Wiwit Heris Mandari, turut mengapresiasi kemampuan dan semangat para peserta workshop. Ia menilai pendekatan yang dilakukan dalam program Bogor Geulis telah sejalan dengan kebutuhan remaja di era digital, terutama dalam hal penguatan kesehatan mental dan karakter.

“Tadi kita melihat anak-anak yang mengikuti workshop Bogor Geulis, mereka cukup bagus. Saya rasa mereka bisa membuat perubahan di sekolah masing-masing. ‘Berani Menjadi Aku’ ini juga bagian dari mental health, yaitu membangun karakter,” ungkap Wiwit.

Pos terkait