Yantie Rachim juga menyoroti tema seminar ‘Pesona Ibu dalam Harmoni Rias Pengantin Nusantara Modern’ yang menurutnya sangat relevan, karena menggambarkan peran ibu bukan hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai sosok yang mampu berkarya dan mengembangkan kreativitas.
“Bicara mengenai Hari Ibu, marilah kita memperluas perayaan ini menjadi dorongan untuk menambah semangat berkarya, berkreasi, serta mengembangkan diri selaras dengan kodrat kita sebagai perempuan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya rias pengantin merupakan tanggung jawab besar, terutama di tengah derasnya arus budaya asing yang mudah diakses oleh generasi muda.
“Di tengah gempuran pergeseran nilai makna rias pengantin, HARPI Melati harus terus hadir dan mampu menguatkan. Pelestarian budaya pengantin adalah amanah besar, setiap karya yang lahir adalah bentuk cinta pada tradisi dan budaya. Untuk itu, penting dilakukan regenerasi pelaku seni agar warisan budaya tidak berhenti di generasi kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC HARPI Melati Kota Bogor, Nova Fitria, mengapresiasi antusiasme peserta dan menekankan peran strategis organisasi dalam menjaga eksistensi rias pengantin tradisional di tengah perkembangan industri kecantikan.








