Selain itu, Dedie Rachim turut menginstruksikan 17.000 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan penanaman pohon.
“Kemudian saya tugaskan juga para ASN di Kota Bogor, 17.000 PNS harus tanam pohon. Kita tidak ingin kejadian bencana terjadi di Kota Bogor, kita harus sayang dan peduli sama alam,” tegas Dedie Rachim.
Ia juga menyampaikan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memulai program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada tahun 2026. Melalui program tersebut, ia berharap para warga harus bisa memilah sampah dari rumah karena tidak semua jenis sampah bisa masuk dalam waste to energy.
Dedie Rachim juga berharap agar ke depannya jumlah penanaman pohon dapat terus ditingkatkan hingga menjangkau seluruh pelajar di Kota Bogor.
“Semoga ke depannya penanaman pohon bisa bertambah agar menjadi 320.000 bibit pohon untuk semua pelajar di Bogor agar mereka bisa menanam pohon dan harus dimonitor mulai dari pertumbuhannya sampai menjadi pohon yang kuat, rindang, dan bisa melindungi alam kita,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina Mulasara Buwana sekaligus Menteri Kehutanan RI periode 2004–2009, MS Kaban, mengapresiasi konsistensi Kota Bogor dalam menggerakkan penanaman pohon.
“Pada bulan Desember sekarang ini, hanya Kota Bogor yang masih ingat melakukan gerakan menanam pohon di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dunia saat ini telah memasuki era climate disaster akibat terputusnya rantai ekosistem.








