“Jadi ini sebagai solusi dari tidak bolehnya ada lagi TPS di sisi jalan. Camat, para lurah, tolong pastikan. Dan ajak para tokoh masyarakat serta aktivis lingkungan untuk sama-sama terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada warga agar memilah sampah dari rumah. Semua harus dikelola dengan baik,” ujarnya di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (22/12/2025).
Selain itu, pengecekan saluran air dan kebersihan yang selama ini telah dilakukan oleh wilayah diminta untuk terus dilakukan secara berkala sehingga tidak boleh ada sumbatan air.
Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa ke depan, upaya yang dilakukan Kota Bogor dalam menjaga kebersihan serta pemilahan sampah dari rumah ini akan berbuah manis dengan hadirnya Waste to Energy.
Saat ini, Kota Bogor berada pada peringkat pertama yang menjadi kota pertama dibangunnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).








