Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut juga digelar doa lintas agama yang dipimpin oleh enam perwakilan agama. Doa bersama ini ditujukan untuk menguatkan para korban bencana sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia di luar daerah terdampak turut memberikan perhatian dan dukungan.
Selain itu, Dedie Rachim menyebut, terdapat beberapa metode penggalangan dana yang dibuka oleh Pemkot Bogor, mulai dari donasi uang melalui QRIS dan rekening resmi, hingga pengiriman relawan dan tim khusus dari BPBD Kota Bogor.
“Total bantuan resmi dari Pemkot kurang lebih satu miliar rupiah, ditambah kontribusi dari ASN dan Korpri sekitar seratus juta sampai seratus dua puluh juta,” ungkapnya.
Dedie Rachim menuturkan bahwa untuk sementara bantuan non-tunai seperti pangan atau pakaian belum dapat dikirimkan, karena kendala akses distribusi di wilayah bencana, pergerakan logistik yang masih terbatas, dan harus menunggu arahan lebih lanjut dari BNPB.
Ia menyoroti, prioritas bantuan yang diperlukan untuk wilayah terdampak bencana adalah akses air bersih dan listrik.








