“Perempuan Minangkabau tidak hanya pandai menjaga diri, tetapi juga pandai membangun kampung halamannya,” katanya.
Yantie Rachim menyebutkan bahwa di pundak perempuan Minangkabau tersimpan peran ganda sebagai limpapeh rumah nan gadang atau tiang utama rumah, penjaga nilai, pewaris adat, sekaligus penenun masa depan generasi.
Melalui momentum HUT ke-3 PKBM Jawa Barat, ia berharap perempuan Minangkabau tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi perempuan penggerak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, hingga berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Perempuan Minang tidak dilahirkan untuk menjadi pasif, tetapi untuk bermakna,” ucapnya.








