Adityawarman Adil menjelaskan bahwa inti dari perjalanan spiritual tersebut adalah penerimaan perintah shalat lima waktu secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Ia menilai, shalat merupakan tiang utama yang tidak hanya berdampak pada hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga memiliki dampak yang kuat bagi tatanan sosial di masyarakat.
”Momentum memperingati Isra Mi’raj Rasulullah SAW bagi kita sekalian untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan kegiatan peringatan ini adalah untuk memperkuat kesadaran spiritual.








