Eko berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke depannya. Ia menilai layanan publik yang mudah dijangkau seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara PWI Kota Bogor, Pemerintah Kota Bogor, Kantor Imigrasi, dan Polresta Bogor Kota.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi yang akrab disapa Kang Aldo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kota Bogor, Disdukcapil, Polresta Bogor Kota, serta Kantor Imigrasi yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan HPN 2026 sehingga tiga layanan publik dapat digelar di Markas PWI Kota Bogor.
Aldo menjelaskan, rangkaian peringatan HPN 2026 di Kota Bogor terdiri dari sembilan kegiatan yang akan berlangsung hingga Maret 2026, dan diawali dengan pembukaan tiga layanan publik secara bersamaan.
Ia menyebutkan, kegiatan layanan publik dalam rangka HPN ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
“Secara keseluruhan ada sembilan kegiatan, dengan puncak acara pada 9 Februari 2026. Besok juga akan digelar Festival Tari Jaipong yang melibatkan anak-anak di wilayah Jambu Dua. Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengurangi penggunaan gawai pada anak-anak,” ujar Aldo.
Di tempat yang sama, Sekretaris Disdukcapil Kota Bogor Mugi Lastono mengatakan bahwa Disdukcapil memiliki tagline Dasar Layanan yang diwujudkan melalui kolaborasi dalam kegiatan HPN 2026 ini. Ia memaparkan, seluruh layanan kependudukan dan pencatatan sipil dibuka dalam kegiatan tersebut, mulai dari pembuatan KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga akta kematian.
“Seluruh layanan kami buka di sini hingga pukul 12.00 WIB. Jadi, warga Kota Bogor yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan dapat dilayani langsung di PWI Kota Bogor,” jelasnya.








