“PR tentang ruang terbuka hijau di Bogor ada dua pendekatan. Pertama, melaksanakan pendataan ulang kepada pengembang yang belum menyerahkan PSU fasos fasum. Kedua, melaksanakan langkah landbanking, meskipun ini tidak mudah dan membutuhkan biaya besar,” jelas Dedie Rachim.
Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat hampir 320 pengembang di Kota Bogor, namun sebagian besar sudah tidak aktif. Jika pendataan ulang berhasil dilakukan, maka potensi ruang terbuka hijau campuran, privat, dan publik di Kota Bogor dapat meningkat hingga lebih dari 50 persen.
Selain itu, Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Pemkot Bogor tengah mempersiapkan venue serta pembinaan atlet melalui kompetisi berjenjang dan seleksi pada cabang olahraga unggulan.
“Target kita sebagai tuan rumah adalah memperoleh 100 medali emas. Oleh karena itu, kita fokus pada cabang olahraga yang berpotensi emas dan sebagian besar merupakan cabang bela diri,” ungkapnya.
Ia turut menanggapi pesan AHY untuk terus memperbaiki lintasan lari Lapangan Sempur sebagai sarana olahraga yang memadai bagi masyarakat.








