“Minyak jelantah ini akan diolah menjadi bioavtur untuk bahan bakar pesawat dan juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Selain itu, minyak jelantah juga bisa dijadikan sabun dan lilin,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kebon Pedes, Sari Sugiharti, menyampaikan bahwa pihak kelurahan berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan menggerakkan masyarakat.
“Kami mensupport dan menyosialisasikan kepada warga serta para pelaku usaha, seperti pedagang makanan, gorengan, dan warteg. Program ini dilaksanakan bersama kelurahan, Koperasi Merah Putih, dan PT Greenia,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dikumpulkan warga akan dibeli dengan harga Rp5.000 per liter secara tunai, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya, warga semakin terdorong untuk mengumpulkan minyak jelantah, karena selain menjaga lingkungan, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (*)








