“Bogor Selatan memang paling banyak, karena jumlah wilayah dan penduduknya paling besar. Angkanya paling tinggi, yaitu 203 anak. Namun tidak jauh berbeda dengan Bogor Barat,” paparnya.
Jenal Mutaqin kembali mengingatkan bahwa para donatur yang telah memberikan bantuan dapat memantau langsung perkembangan anak melalui aplikasi Bogor Bebas Stunting (Bogor Besti).
“Donatur bisa mengecek perkembangan anak-anak yang dibantu setiap bulan. Kami berikan akunnya, sehingga setiap bulan dapat memantau perkembangan anak, termasuk foto saat bantuan diberikan dan dipastikan dikonsumsi oleh anak-anak stunting. Foto tersebut diunggah oleh tim pendamping keluarga yang juga dimonitor oleh tim penanganan stunting tingkat kecamatan, yaitu Ex-Officio Pak Camat,” urainya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS), Jenal Mutaqin menegaskan bahwa Pemkot Bogor terus berikhtiar memerangi stunting.
Berdasarkan data saat ini, jumlah anak stunting di Kota Bogor tercatat sebanyak 1.491 anak, menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 1.588 anak. Jenal Mutaqin optimistis Kota Bogor dapat mencapai Zero New Stunting.








