Ketua Panitia Peresmian Surau Tajur Agung, Arifin, mengungkapkan bahwa pembangunan surau ini memakan waktu hampir tujuh bulan. Proses pembangunan tersebut dibantu oleh beberapa pihak hingga akhirnya surau dapat berdiri.
“Ini adalah lahan fasos fasum yang luasnya hampir 700 meter persegi. Terbesit dalam diskusi warga bahwa lahan ini dapat mengakomodasi kegiatan warga. Jadi namanya bukan musala atau masjid, tetapi surau. Tidak hanya dipakai untuk beribadah, namun juga untuk kegiatan lainnya,” urai Arifin. (*)








