Lomba ini mengangkat tema besar “Ngaguar Asih, Ngahudangkeun Rasa”, yang berarti menggali kasih sayang tulus dari dalam hati dan membangkitkan rasa persaudaraan serta empati di antara sesama. Tema tersebut dinilai sejalan dengan peran strategis perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Siska Gerfianti menegaskan bahwa kompetisi paduan suara ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan sarana mempererat hubungan antara berbagai organisasi perempuan di Jawa Barat. “Melalui untaian nada ini, kita tidak hanya melestarikan kekayaan seni suara Tatar Sunda, tetapi juga berupaya mempererat silaturahmi dan solidaritas antarorganisasi perempuan se-Jawa Barat,” kata dia.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan sebagai pilar harmoni, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para perempuan dalam mengekspresikan nilai budaya Sunda.
“Kita meneguhkan peran perempuan sebagai pilar harmoni yang mampu menyelaraskan nilai budaya dengan kemajuan zaman,” ujarnya.








