Desak Perluas Skrining di Puskesmas dan Posyandu
Legislator dari Komisi IV yang membidangi kesehatan ini mendorong Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk memperluas program skrining hipertensi melalui Puskesmas dan Posyandu.
Kota Bogor saat ini memiliki 25 Puskesmas dan 983 Posyandu yang tersebar di enam kecamatan dan 68 kelurahan. Namun menurutnya, kapasitas skrining yang ada belum cukup menjangkau seluruh warga.
“Saya mendorong Dinkes untuk memanfaatkan 983 Posyandu sebagai garda depan deteksi dini hipertensi. Kader Posyandu harus dilatih dan dilengkapi alat tensi meter yang memadai, tidak hanya fokus pada program ibu dan anak saja,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa 483 Posyandu belum mendapatkan posyandu kit pada tahun 2025. Padahal alat pengukur tekanan darah merupakan komponen penting dalam kit tersebut.
Usul Tiga Langkah Strategis
Dedi mengusulkan tiga langkah strategis yang perlu segera diambil Pemerintah Kota Bogor.
Pertama, memperluas program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang selama ini baru menjangkau 49,52 persen warga dengan fokus khusus pada skrining hipertensi.








