Ia melanjutkan, saat turun ke lapangan banyak aspirasi yang disampaikan warga, baik dari Paledang maupun Pasir Jaya. Salah satunya terkait tenaga kerja lokal yang akan dilibatkan dalam pembangunan jembatan.
Selain itu, warga juga mengusulkan penerapan jam operasional buka-tutup jembatan guna mengantisipasi tindak kriminalitas, sekaligus adanya petugas keamanan yang berjaga di area jembatan.
“Jadi jembatan nanti tidak dibuka 24 jam. Kecuali dalam kondisi darurat, seperti ada masyarakat yang sakit atau meninggal dunia,” sambung Jenal Mutaqin.
Warga juga mengusulkan pemberdayaan UMKM sekitar selama proses pembangunan serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi.








