“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting,” tegas Menperin.
Selain itu, kata Menperin, para lulusan diingatkan agar selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja. Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas.
“Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya, karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global,” ujarnya.
Mengusung tema “Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan”. Kegiatan pelepasan ini menandai kelulusan sebanyak 2.361 siswa dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian pada tahun 2026.
Kesembilan sekolah tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan spesialisasi yang beragam, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri hingga mekatronika yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.








